Ibra seperti ingin mengerjai Rima dan ia sengaja melukai dirinya untuk mendapatkan perhatian darinya, itu yang saat ini Rima pikirkan. Apalagi saat ini Ibra sengaja memintanya untuk menyuapinya, sedangkan Ibra sibuk dengan ipadnya. Tadi Rima juga telah meminta Bili untuk menghubungi Dokter dan satu jam yang lalu, dokter telah memeriksa luka ditangan Ibra. Sebenarnya cara Ibra untuk meluapkan emosinya, agar ia merasa lega adalah hal gila yang tidak harus ia lakukan. Tapi selama. Ini Ibra telah hidup seorang diri dan menyelesaikan masalahnya seorang diri. Hal kecil seperti ini tidak ada artinya baginya. Ibra selalu hidup dalam bayang-bayang kekejaman orang yang telah membuatnya menjadi seperti ini, demi menjadikannya seorang kepala keluarga. Wiliam Kertanegara memerintahkannya untuk masuk