Bab 74 JANJI

1121 Kata

"Ems ada teman yang sedang menunggumu," bisik Rey sambil mengedip jahil seperti biasa. "Aku masih bekerja, suruh saja dia balik lagi nanti. Aku tidak mau ketahuan bos dan di pecat." Emy pikir itu hanya Dokter Daniel yang sedang penganguran seperti biasnya, jadi Emy juga tidak mau menanggapinya dengan serius. Emy tetap melanjutkan kegiatanya membacakan pesanan pada barista. "Sudah kemarikan, temuai dulu saja temanmu! " Emy masih bengong melihat kelincahan tangan Rey mengambil note daftar pesanan dari tangannya. "Sudah sana cepat pergi sebelum kupotong gajimu bulan ini. " "Kalian memang aneh, " gerutu Emy agak kesal. Rey mengabaikannya dan hanya menjentikkan jari untuk memberi Emy isyarat tangan di mana tamunya menunggu. "Ayo buruan cepat sebelum kupukul bokongmu! " Emy langsun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN