Chap. 114. Siuman

1440 Kata

Tidak menunggu lama, Bryan segera menyelesaikan apa yang seharusnya sudah selesai dari tadi tanpa harus berbasa basi terlebih dulu dengan Ghavin. Bryan masih sempat-sempatnya menanyakan motif dari perbuatan Ghavin dan benar saja. Semua itu mereka lakukan lantaran sakit hati pada Dirga dan Samuel yang telah menghancurkan hidup mereka. Membuat mereka tidak punya apa-apa. Sehingga hal itu membutakan segalanya. Bryan tidak mau hal ini terulang lagi. Dirinya tidak seperti Arya, yang akan memberikan kesempatan kedua pada lawannya agar sadar dengan apa yang tengah mereka lakukan, bukan. Bryan malah lebih mirip ayah angkatnya daripada ayah kandungnya sendiri. “Ternyata jiwa iblismu itu masih saja seperti dulu,” komentar Vano setelah Bryan membereskan anak dan bapak tersebut. “Lebih cepat lebih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN