BAB 54 : Relieved

2468 Kata

Suasana ruang sidang terasa tenang namun tegang. Galindra, berdiri tegak di sisi kanan ruang sidang, mengenakan toga hitam lengkap dengan dasi putih. Di hadapannya, duduk pasangan suami istri yang tengah menjalani proses perceraian, wajah keduanya kaku, penuh jarak. “Yang Mulia, klien kami hanya menginginkan hak asuh anak jatuh pada pihak yang benar-benar mampu memberikan lingkungan stabil dan sehat. Bukan sekadar materi, tapi juga kasih sayang yang konsisten,” ujar Galindra mantap, sorot matanya menatap hakim tanpa gentar. Hakim mengetuk palu, menandai sidang yang mulai memasuki bagian akhir. Beberapa argumen terakhir disampaikan. Tak ada teriakan, tak ada dramatisasi—semuanya dibungkus dalam profesionalisme yang padat dan dingin. Setelah beberapa menit, hakim menghela napas dan menyam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN