“Gue gak mau nikah ah!!” putusku walaupun pada kedua sahabatku.
Siapa lagi kalo bukan Nadine istri bosku, dan Pita alias Pipit , dan keduanya sahabatku dari SMA dan mereka sudah menikah dengan laki laki mendekati sempurna. Aku sudah ceritakan sebelumnya siapa mereka dan suami mereka?.
“Apa lo kata?” ejek Pipit sementara Nadine tertawa.
“Kuping elo budeg?, gue jelas banget ngomong kalo gue gak mau nikah” ulangku.
Malah mereka tertawa. Heran!!. Apa mereka tidak anggap serius ucapanku?.
“Trus kalo elo sange mau gimana?. Pakai dildo?, apa colok colok sendiri?. Atau pakai terong yang di rebus setengah mateng?, elo bercinta apa detok mekita elo supaya gak keputihan?” ejek Nadine.
Ngakak dong Pipit. Aku memang pernah cerita kalo terong yang di rebus sampai hangat doang, itu ternyata berguna untuk membersihkan organ intim wanita kita supaya bebas dari keputihan. Jangan tanya gimana caranya, masa gak ngerti sih?. Ya terong ungu itu, yang sudah di rebus supaya hangat kuku, di masukkan gitu ke v****a. Aku tidak pernah coba sih, takut juga kalo buat aku pecah perawan, ya kali masa di perawanin terong, ngenes amat ya?.
“Biar aja Nad, dia mau jadi perawan seumur hidup. Bisa aja sih, kan belum pernah rasain enaknya make love sama laki sampai bunyi ketepak ketopok, cipokan aja belum pernah. Kalo cipokan sama aspal baru pernah” sambar Pipit sambil menepuk tangannya dengan mode horizontal untuk gimmick orang bercinta.
Nadine ngakak lagi, sementara aku memutar mataku.
“Bisa dengar alasan gue dulu gak sih?” jedaku pada tawa mereka berdua.
Merek kompak menatapku malas.
“Karena elo insecure terus sama diri elo sendiri” jawab Nadine.
“Plus elo belum nemuin laki yang elo percaya bisa nerima kekurangan elo. Malah elo yang lebih sering nemuin minusnya laki di sekeliling elo?” ejek Pipit.
Aku menghela nafas waktu mereka berdua tertawa lagi. Salah deh kayanya aku curhat pada mereka berdua, yang pastinya punya dendam kesumat karena mulutku dulu sering membully mereka berdua saat masih belum menikah juga. Tapi kalo bukan pada mereka aku cerita, pada siapa lagi?. Walaupun aku di kelilingi banyak orang, aku tetap membatasi diri untuk bergaul dengan mereka semua. Benar orang sih, semakin dewasa umur seseorang, semakin tidak butuh punya banyak teman, untuk menghindari drama. Cukuplah untukku punya dua sabahatku ini, walaupun seringan kompak bully aku, tapi aku tau mereka sayang dan perduli padaku. Malah teman yang sering muji yang patut di curigai zaman sekarang mah. Kalo gak tiba tiba main belakang, dengan rebut pacar atau pasangan kita, bisa juga dia sedang cari kekurangan kita untuk bahan gibahan di belakang kita. Atau mencari kurangnya diri kita untuk mengalahkan kita. Jadi mending punya teman yang mulutnya loss doll macam Nadine dan Pipit ini. Jadi tidak main belakang, suka tidak suka mereka ngomong di depan.
“Yakan emang realitanya gitu?. Laki laki baik udah di punyain orang. Kalo laki gak benar pasti orang juga ogahlah” bantahku.
Baru kedua sabahatku kompak menghela nafas.
“Nanti elo tua mau sama siapa?” tanya Nadine lebih lembut.
“Ada keluarga gue” jawabku.
“Keluarga elo yang mana?. Abang elo udah sibuk sama anak sama bininya. Ade elo udah sibuk juga sama teman atau pacarnya, bisa juga sibuk sama anak istrinya kalo udah nikah. Orang tua elo?, harfiahnya, sekalipun Tuhan kasih mereka panjang umur, apa bakalan terus nemanin elo sampe elo tua?” sanggah Nadine.
“Ada keponakan gue” jawabku mencari pembenaran.
Nadine menghela nafas lagi.
“Elo tau?, anak sendiri aja nih, gak usah udah nikah deh, belum nikah aja, kadang punya kesibukan sendiri dengan dunianya. Jadi gak mungkin elo berharap sama keponakan elo, mereka bakal mau nemanin elo pas tua. Anak gue aja, walaupun masih balita, mulai don’t care kok sama gue, kalo udah sibuk sama mainan. Apalagi saat anak gue makin gede, udah kebayang aja, kalo gue bakalan jadi satpam di rumah yang nunggu dia pulang. Bagus gue punya laki, yang bisa nemenin gue nantinya, kan kita menua bersama. Itu alasan lain untuk setiap orang nikah Pie” jelas Nadine.
“Selain juga jadi punya partner s*x ya bu?” ejekku.
Nadine tertawa sambil mengangguk, Pipit yang berdecak, pasti dia bersiap memuntahkan kata kata mutiaranya untukku, yang pastinya di lumuri bon cabe level paling pedas.
“Suka gak suka, elo harus akuin, kalo perempuan itu sebenarnya kaya laki yang butuh s*x untuk pelampiasan hasrat. Cuma kadang perempuan jarang mau ngaku, trus di pendem, nanti ujungnya buat bad mood, singit, atau ketus. Ya elo lihat kucing dah kalo lagi birahi tinggi, pasti galak. Nah elo udah ada tanda tanda itu Pie. Gue perhatiin makin tua umur elo, makin elo gampang sewot apa emosian” kata Pipit, benarkan pedas mulutnya?.
“Perasaan elo doang kali Juminten” sanggahku.
Pipit yang punya julukan Juminten karena dulu memang centil sekali tertawa.
“Sekarang gue tanya, dalam seminggu ini, elo berapa kali ngamuk atau marah sama anak buah elo?” tembaknya.
Aku meringis. Setiap hari soalnya aku marah terus pada anak buahku di kantor.
“Setiap harikan lo!!??. Jadi gak usah marah kalo anak buah elo akhirnya julukin elo nenek sihir apa perawan tua. Elo begitu, soalnya ada birahi terpendam yang gak elo salurin, jadi elo nyari orang buat bantalan kesuntukan elo. Coba elo punya pasangan, apalagi punya suami. Elo pasti sering di elus elus, jadi elo gak meledak ledak, ledakannya elo salurin lewat o*****e sista” ejek Pipit di akhir.
Nadina terbahak.
“Enak banget Pie o*****e tuh. Astaga…kaki elo bakalan gemetaran, shock deh lo, kaya kena alat kejut listrik. Kaya ada sesuatu dalam diri elo yang meledak, trus ambyar. Mata elo aja tanpa sadar bakalan juling sementara waktu saking peningnya kepala elo karena dapat stimulus dari otak elo. Trus nafas elo bakalan putus putus, karena gak focus lagi antara elo mesti jerit atau diam, jadi yang keluar dari mulut elo cuma desahan. Ah..ah…ah…” ejek Nadine menggambarkan luar biasanya o*****e saat bercinta dengan suaminya.
Aku memutar mataku.
“Ngapa gue malah kebayangnya elo kaya orang sekarat dan bukan elo yang keenakkan di push yes no sama laki elo” ejekku membala.
Ngakak lagi kedua sabahatku.
“Emang kaya orang sekarat. Bahkan ada yang sampai nangis nangis apa terkencing kencing” komen Pipit.
Aku menghela nafas, karena sebenarnya aku mengerti kok soal ini, walaupun aku hanya bisa lihat lewat video porno yang aku buka situsnya menggunakan aplikasi VPN di handphone. Kadang karena aplikasi pembuka situs situs yang di blokir pemerintah, karena isinya konten esek esek atau malah content sadis macam cara bunuh diri, cara merakit bom, atau pembantaian, jadi seperti kerja keras pemerintah lewat KOMIMFO, terasa sia sia. Bayangkan orang yang bekerja menonton tiap situs berkonten porno di internet, apa gak pening kepalanya atau matanya juling, kalo setiap hari harus menonton penampakan p***s dan mekita manusia?. Aku nonton satu video berdurasi 5 menit aja sudah pening kok. Jadi kalo boleh jujur, aku lebih suka nonton jenis film semi yang masih ada ceritanya, di banding film esek esek yang langsung jilat jilat p***s atau mekita.
Nah aku beri tahu dulu tipe tipe film esek esek karena memang di luar negeri itu indutsri film porno itu legal asal mengikuti regulasi atau aturan pemerintah yang pastinya harus mereka patuhi, karena aka nada sangsi berat kalo mereka melanggar. Di Amrik deh, sampai ada agensinya untuk artis artis film porno tuh. Jadi sebelum buat film porno sistemnya sama seperti buat film yang bebas kita tonton. Jelas ada casting juga, dimana artis artis itu harus siap beradegan s*x dulu dengan lawan main yang di sediakan oleh agensi atau produser filmnya.
Aku bukan membenarkan apa yang di lakukan pemerintah Amrik sana!!. Walaupun semua orang berusaha menyangkal kenyataan, kalo bisnis yang terkait esek esek ini mendatangan banyak cuan. Tidak hanya dari sisi pelaku dan produser film porno ini, pemerintah Amrik pun jelas dapat keuntungan dari sisi pajak. Dan lebih baik pemerintah terlibat supaya bisnis esek esek dan judi ini tercentral di satu tempat macam LAS VEGAS. Tau gak berapa perputaran uang setiap detik ya, bukan lagi setiap hari di Las Vegas?, jelas jutaan dolar. Dan aku pikir ekonomi Amerika banyak tertolong, salah satunya dari sector indutri esek esek ini yang memang di kenal tidak ada matinya.
Kalo Asia itu, contohnya Thailand deh. Aku kadang heran kenapa orang Indo berbondong bondong berharap bisa ke Thailand?, padahal hadeh…di sana itu cuma keren kehidupan malam dan urusan esek esek doang. Di sana tuh, surga dunia untuk lelaki bastart kalo aku bilang. Bayangkan saja, anak umur 10 tahun aja sudah jadi p*****r kok, tidak terbayang olehku, kondisi v****a tuh bocah saat di setubuhi lelaki hidung belang. Hadeh…buat merinding. Ya memang punya objek wisata alam yang bagus, tapi tetap berjalan beriringan dengan esek esek tadi. Tambah buktikan kalo bisnis esek esek memang memberikan banyak keuntungan. Don’t be naif lah, kalo memang mengambil pilihan tidak mau tau atau tutup mata dengan kenyataan ini, ya udah, aku tidak akan memaksa. Anggap aja pengetahuanku soal ini, karena latar belakang pekerjaanku yang bersinggungan dengan berita berita. Soalnya bekerja di stasiun TV, memang membuatku mengenal banyak orang yang selalu terjun ke lapangan mencari berita, dan asal kalian tau, tidak semua berita di lapangan yang di dapat oleh wartawan bisa di share pada public. Terkadang bersinggungan dengan kode etik jurnalitik, pertimbangan pimpinan redaksi, atau request orang orang penting negri ini, supaya beritanya tidak di blow up. Ada semuanya, dunia ini tuh penuh tipu tipu.
Tadi soal tipe film porno ya, lupa aku. Setidaknya ada tiga tipe film esek esek tuh. Pertama film semi tadi dan masih suka aku tonton. Film semi ini memang punya alur cerita, walaupun asal asalan. Jelas juga bagian penokohannya, walaupun berujung dengan adegan esek esek, tapi alat kelamin pria dan wanitanya tidak di perlihatkan. Jadi hanya seperti gimmick orang bercinta. Yang muka pemainnya aja yang sangean, dan suara mereka yang ngos ngosan. Tapi untuk pemeran wanitanya, payudaranya tetap terlihat. Itu film semi ya.
Kalo film porno, tidak ada alur ceritanya, penokohannya pun tidak begitu jelas . Apalagi kalo film film reupload, dalam artian bukan rumah produksi film itu yang upload ke situr porno resmi mereka, tapi orang yang mengcopy lalu di upload lagi di situs milik mereka. Biasanya kalo reupload begitu, judul filmya sudah terserah yang upload. Pernah aku temui film porno yang judulnya, Ng*nt*n janda bohay, ternyata isinya film porno jepang, padahal judulnya bahasa kita. Dapat langsung di pastikan itu reupload. Dan film porno itu, alat kelamin pemerannya jelas terlihat. Mau pemerannya lelaki dengan perempuan, mau perempuan dengan perempuan, mau lelaki dengan lelaki, semua jelas terlihat. Termasuk ritual bercintanya, di mana ada threesome, ganda putra lawan tunggal putri, atau ganda putri lawan tunggal putra. Dan genk bang, dimana satu perempuan di ganyang oleh lebih dari 3 orang pria, atau sebaliknya satu orang pria di ganyang oleh 3 atau lebih perempuan. Bahkan ada nih, mode bercinta grup s*x yang berpotensi pelakunya bertukar pasangan. Sakitkan???, kenyataan itu memang kadang menyakitkan kok. Boleh aku tertawa gak sih?, tertawa miris maksudnya, kok ya di belahan dunia lain dan entah berantah itu banyak manusia malah berlaku seperti binatang dan malah mereka nikmati.
Yang parah itu, jenis film porno, RED!!!. Nah ini film porno yang banyak di nikmati oleh orang orang berkelainan s*x menyimpang atau extreme. Parah deh pokoknya, lebih dari film porno yang mungkin beberapa dari kalian tonton. Kalo di film porno ada istilah fingering di mana mekita atau a**s pemeran wanita di colok colok gitu pakai jari sendiri atau jari orang lain. Di film porno Red itu, bukan jari lagi yang masuk, tapi satu tangan bia masuk. Itu mereka sebenarnya mau cari kenikmatan bercinta apa mau melahirkan bayi sih??.
Kalo di film porno biasa, ritual threesome bergantian melakukan penetrasinya, di film porno Red, bisa masuk lewat mekita dan a**s secara bersamaan, istilahnya double penetrasi. Lalu kalo di film porno biasa m********i pemeran wanita pakai dildo atau jarinya sendiri, di film porno RED, pakai mesin p***s, jadi mau si ceweknya jerit jerit sekalipun, kadang tidak di lepas kalo mesinnya tidak di matikan. Belum yang tangannya di ikat, kakinya di borgol atau malah tubuhnya di ikat sana sini sampai pemeran wanitanya tidak bisa bergerak. Gaya bercinta seperti di ikat ikat begitu, biasanya di lakukan oleh orang penderita makosis atau b**m ( Bondage, Dominan, Sadisme, Makosisme) atau kelainan s*x di mana menyakiti pasangan untuk mencapai tingkat kepuasan seksual. Dan itu bahaya karena bia mengancam nyawa, untuk itu di larang.
Okey, aku semakin melantur. Kita kembali ke obrolanku dengan ketiga temanku.
“Elo bilangkan kecewa sama laki lokal, karena jauh dari ekpektasi elo, atau karena menurut elo, laki lokal gak ada yang benar benar tulus mau nerima kondisi fisik elo. Ya elo carilah yang laki internasional yang menurut elo lebih bisa menghargai perempuan berbody kaya elo, yang penting elo sebagai perempuan punya kepinteran. Mana hasil pencarian elo?” kata Pipit
“Iya Pie, elo di kenalin sama teman teman laki gue yang separo buleleng sampai yang buleleng tulen, elo gak mau. Gimana sih?. Kalo sama laki lokal gak mau, laki buleleng juga gak mau, trus elo mau yang gimana?, gak mungkinkan elo suka laki yang model opa opa korea?. Elo bilang mereka kelihatan lemes,. trus elo takut mereka letoy kalo di ranjang. Trus gimana?, gue soalnya gak akan biarin elo gak nikah Pie” kata Nadine lembut lagi.
Aku menghela nafas. Bukan aku tidak mau kenalan dengan bule bule teman Boy bosku atau suami Nadine. Iya kalo tuh bule beneran suka aku, kalo hanya karena tidak enak pada Boy, yakan jadi tidak tulus juga. Ya Nadine sebenarnya ingatkan aku trus, kalo itu tidak mungkin, karena laki bule itu tipe yang blak blakan dan apa adanya. Kalo mereka suka ya suka, kalo tidak suka, ya terus terang tidak suka, lalu lanjut berteman saja. Soalnya Nadine bilang lagi, laki bule itu, kalo hanya untuk senang senang doang, lebih memilih menyewa p*****r yang mereka bayar. Jadi tidak butuh komitmen apa pun, termasuk komitmen perasaan. Just for s*x doang deh pokoknya. Yang selesai, bayar trus babay good bye. Kalo akhirnya aku hanya berteman dengan teman Boy, takutnya aku baper, laki bulekan rata rata romantic, bisa bisa aku meleleh trus, tapi kenyataannya bertepuk sebelah tangan.
“Kalo elo gak mau, cari sendiri dah di medsos, sebelumnya elo pernah cari jugakan di sss?” kata Pipit.
Aku menggeleng.
“Ngapa?” tanya Nadine.
“Malas Nad layanin cowok cowok India m***m yang suka banget kirim video bokep atau ngajak VC s*x, kali kentinya bikin gue nafsu, udah tuh kendi gede banget, hitam, buluan lagi, kaya gue kurang kerjaan aja” jawabku.
Kedua temanku ngakak dong. Soalnya karena alasan banyaknya DM m***m dari cowok cowok di medsos macam sss jugalah, kedua sabahatku menonaktifkan akun sss mereka. Kalo aku akhirnya tau soal habit cowok cowok india itu, karena pernah sekali aku tanggapi video call mereka lewat messeger, bukan muka mereka yang aku lihat pertama kali, eh ternyata begitu aku angkat panggilan mereka, langsung pamer p***s yang bentuknya seperti aku bilang.
“Ganti status di profile lo jadi single atau janda gak ada anak. Yakin gue DM elo di serbu laki, termasuk laki buleleng juga. Trus elo upload deh foto elo yang agak agak provokatif. Fake akun aja, kalo elo takut orang tau betapa bichcy banget elonya. Tapi jangan elo pakai aplikasi filter muka fotonya. Takutnya beneran ada yang mau kenalan trus ngajak ketemuan, mereka syok lihat muka asli elo tanpa filter. Itu kadang yang buat laki serius ngajak kenalan sama cewek. Rata rata penampilan aslinya jauh banget sama foto. Jadi mereka kecewa duluan. Elo mah cukup apa adanya aja, kan elo mau di sukain laki apa adanyakan?” saran Nadine.
Jelas tidak aku jalani, bodyku macam paus terdampar, mana mungkin aku pose seperti model majalah pria dewasa, bukan nafsuin, malah akan buat ill'fell, karena itu aku lebih tertarik memajang foto fotoku yang biasa aja, yang penting perut gendutku tidak terekpose di situs online dating, not Aplikasi online dating ya, beda soalnya. Dan hasilnya, ada juga yang DM aku, seorang pria asal Dubai. Keceh abis, umurnya di atas umurku satu tahun. Sopan sih pas berbalas pesan di chat room. Trus kelanjutannya gimana dengan pria bernama Armet ini?. Pria Dubai sista…di otakku langsung penuh dengan bayangan pria mapan yang worth it aku kejar. Nanti aku cerita lagi ya!!!.