Nico merebahkan dirinya di kasur setelah seharian ini ia membicarakan pekerjaan dengan Juri dan Akira. Perut Nico berbunyi, ia ingat ia belum makan hari ini. Pria itu hanya makan roti dan cemilan saat di kantor tadi, dan itu semua tentu sangat kurang untuk Nico. Nico berjalan keluar dari dalam kamar menuju dapur, "Tunggu, mereka sudah mengisi kulkas belum ya? Mana aku hanya membawa cemilan lagi." Gumam Nico, ia membuka pintu kulkas dan bisa sedikit bernafas lega melihat ada beberapa telur dan sosis juga nasi yang hanya tinggal di microwave. Nico mengambil nasi cup itu lalu memanaskannya di microwave, ia juga mengambil telur dan sosis. Nico memotong sosis itu menjadi tiga, lalu menggoreng nya berbarengan dengan telurnya. Ting! Nasi dalam microwave sudah siap, Nico membawanya keluar da

