Jordan membaca balasan Aira sekali lagi, dia tidak percaya dengan apa yang di bacanya. Pria itu kembali melihat pop up chat dari Aira. Aira : Lusa, bisakah kita bertemu? Dengan tangan gemetar, Jordan mengiyakan ajakan itu. Ada apa dengannya? Jordan merasa seluruh badannya bergetar, jantungnya yang berdegup sedikit lebih cepat juga wajahnya yang merah memanas hingga kuping. Jordan berjalan pelan menuju kamar tidurnya, di taruhnya ponsel itu di atas nakas. Ia membaringkan tubuhnya, menatap langit-langit kamarnya sambil tersenyum lebar. Ia mengambil guling dan memeluknya erat. Rasanya dia tidak sabar untuk bertemu dengan Aira segera, Jordan ingin segera bisa mengatakan perasaannya secara langsung pada wanita itu. Wanita yang tanpa sengaja berhasil mengusik dan mengambil hatinya secepa

