Dengan cepat Ian berlari menghampiri Rea, jantungnya berpacu dengan cepat. Beberapa orang sudah berkerumun untuk membantu Rea berdiri, sedangkan mobil yang hampir saja menabrak Rea sudah pergi meninggalkan Rea tanpa membantu sama sekali. Ian segera mendekati Rea, wanita itu masih terlihat syok dengan apa yang baru saja terjadi padanya. Ian memeluk Rea dari samping, seakan tersadar oleh sentuhan Ian, Rea menoleh pada Ian. Tubuhnya bergetar hebat dan air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "I-Ian... Tadi aku...." "Shhh... Tenang lah. Aku di sini, kau aman sekarang." Ucapnya sambil mengecup kening Rea. Rea menggenggam erat tangan Ian, seakan-akan ia takut sesuatu yang buruk akan menimpanya lagi jika ia lepaskan. Ian menuntun Rea menuju mobilnya, sambil mengucapkan terimakasih k

