Akira kaget melihat wajah Nico yang biru di beberapa tempat dan di sekitar mulutnya di tutupi perban. "Kau kenapa? Kenapa wajahmu bisa seperti itu?" Tanya Akira begitu melihat luka di wajah Nico saat menjemputnya pagi ini. "Aku bertemu perampok." "Perampok? Dimana? Apartemen mu?" Nico menggeleng. "Di minimarket yang di ujung jalan dekat apartemen itu." "Kok bisa?" "Tadi malam saat aku sedang berbelanja di sana tiba-tiba ada dua perampok yang berusaha merampok uang di kasir. Karena tadi malam minimarket itu sepi dan pegawainya seorang, aku tidak tega jika harus pura-pura tidak melihat. Jadi aku melawan mereka." Kata Nico menjelaskan. "Lalu kau sudah lapor polisi?" "Sudah, aku berhasil mengalahkan yang salah satunya lalu polisi datang. Aku juga sudah menjelaskan situasinya saat it

