Setelah perjalanan belanja yang cukup panjang dan kejadian bertemu dengan Diah, malam sudah sangat larut ketika Kevin dan Marien sampai di apartemen Marien. “Kevin, sudah malam sekali. Menginap saja di sini,” kata Marien sambil membuka pintu apartemennya. Ia memasuki ruangan sambil menyalakan lampu, menoleh pada Kevin yang berdiri di ambang pintu. Kevin menggeleng pelan. “Nggak, Marien. Aku akan pulang saja. Bukan karena aku nggak nyaman di sini, tapi aku rasa ini nggak baik. Kamu tahu kan, kita belum menikah. Aku nggak mau orang berpikir yang macam-macam.” Marien menatap Kevin dengan senyum hangat. Perkataan Kevin membuat hatinya tersanjung. Lelaki ini selalu menjaga sikapnya terhadapnya. “Kevin,” Marien memanggil lembut. “Kamu memang selalu berbeda dari yang lain. Aku suka it