Bab 79

941 Kata

Aurel menutup panggilan itu dengan tangan gemetar. Dadanya terasa sesak, seolah udara di kamar mendadak menghilang. Ia menatap layar ponsel yang masih menyala beberapa detik, lalu meletakkannya perlahan di meja. Kepalanya pening, pikirannya berputar terlalu cepat. Samuel masih berdiri beberapa langkah darinya. Wajahnya tegang, sorot matanya tajam dan dingin, sangat berbeda dari Samuel yang beberapa menit lalu hampir menyentuh bibirnya. Sekarang, pria itu terlihat seperti kembali ke mode bertahan hidupnya. “Foto apa?” tanya Samuel akhirnya. Suaranya rendah, tapi berbahaya. Aurel menggeleng pelan. “Mama bilang… ada fotoku sama kamu. Di internet.” Samuel menghembuskan napas keras. Ia merogoh ponselnya sendiri dan langsung membuka beberapa aplikasi berita dan media sosial. Jarinya bergerak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN