Bab 26

1095 Kata

Aku terbangun karena suara dering kecil, seperti alarm halus. Samar-samar aku merasakan kehangatan di lenganku. Ketika aku membuka mata, hal pertama yang kulihat adalah lengan Samuel yang melingkupi pinggangku dengan kuat, seolah ia tidak pernah tidur sepanjang malam. Ia masih tertidur, napasnya teratur, tapi wajahnya tetap tegang. Bahkan dalam tidurnya, ia terlihat seperti seseorang yang terus bersiap menghadapi perang. Aku menatapnya beberapa detik. Semua ini terasa tidak nyata. Bagaimana pria berbahaya yang menakutkan banyak orang bisa memelukku seolah aku adalah sesuatu yang harus dijaga dengan seluruh hidupnya? Jam di nakas menunjukkan pukul 6 pagi. Aku bergerak pelan, mencoba duduk tanpa membangunkannya, tapi lengannya justru menahan lebih kuat. “Kemana?” suara beratnya terdenga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN