Aurel dan Samuel meninggalkan kuil dengan langkah pelan, suasana Kyoto yang tenang membuat segala kekhawatiran perlahan mereda. Jalanan masih basah dari hujan semalam, namun sinar matahari yang mulai menembus awan memberikan nuansa hangat yang berbeda dari suasana dingin Tokyo. Aurel menatap sekeliling, mencoba menyerap ketenangan yang mengelilingi mereka, sementara Samuel tetap di sisinya, menyesuaikan langkah agar sejajar. Perlahan, keheningan mereka tidak terasa canggung karena setiap detik bersama memberi rasa aman yang sulit dijelaskan. Samuel sesekali melirik Aurel dengan sorot mata yang lembut, membuat Aurel tersipu, meski ia berusaha menahan diri agar tetap terlihat tenang dan dewasa. Mereka berjalan menuju sebuah jalan kecil yang dipenuhi toko-toko tradisional dan kafe kecil. Aro
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


