“Hutang yang sebenarnya… adalah pengkhianatan.” Aurel merasa napasnya tercekat. Kata itu menggantung di udara seperti ancaman yang siap menjatuhkan langit di atas kepalanya. “Pengkhianatan?” suaranya nyaris tidak terdengar. Samuel menyandarkan punggungnya pada kursi, wajahnya mengeras. “Ayahmu pernah bekerja sama dengan keluarga Cortez. Perusahaan kami mempercayakan proyek besar padanya. Tapi apa yang ia lakukan? Ia menjual informasi itu ke pihak lawan. Membocorkan strategi yang kami bangun bertahun-tahun.” Aurel memandang ponselnya di pangkuan. Jemarinya gemetar. “Papa nggak mungkin setega itu…” Samuel menatapnya tanpa belas kasihan. “Fakta tidak peduli pada kemungkinan, Aurel. Dia melakukannya. Dan dampaknya… besar.” “Seberapa besar?” Bisikan Aurel terdengar seperti seseorang yang t

