Pelipur Lara

1843 Kata

Di rumah Tari, kedua sejoli itu sedang duduk berhimpitan di ruang keluarga. Ibu Widia malah mempersilahkan keduanya, tak ada keraguan di hatinya untuk secara tidak langsung merusak anaknya demi ambisi. Awalnya, kedua sejoli itu nampak biasa saja dam santai, tapi lama-kelamaan gejolak di dalam dadanya tak sanggup lagi bila di tahan. Tari melancarkan aksinya dengan terus menggoda dan bersuara merdu agar Andri semakin masuk ke dalam perangainya dan juga terlena, gadis itu berhasil. Ya berhasil membuat Andri tak berdaya, pemuda itu seakan terhipnotis. Keduanya bangkit dan tanpa rasa malu, Tari menarik mesra Andri. Andri sudah dikuasai oleh nafsu dan mengikuti kemana langkah kaki Tari. Gadis itu sempat melirik ke arah Ibunya dan wanita paruh baya itu mengangguk dan mempersilakan. Mereka berdu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN