Rifky sudah berada di dimensi yang berbeda, ia menarik nafas panjang terlebih dahulu lalu menghembuskannya. Setelah itu, melangkah maju secara perlahan. Memperhatikan sekeliling rumah dan saat itu juga ia merasa sangat amat. Tanpa pikir panjang, ia langsung menerobos masuk. Bugh. Tubuhnya tiba-tiba terpelanting jauh. Bahkan di dunia nyata pun tubuhnya mundur jauh kebelakang dan menabrak dinding membuat mereka semua terkejut karena kejadiannya tiba-tiba. "Rifky!!" pekik Adi dan Iman bingung. Iman bangkit dan langsung membantu tubuh Rifky di dunia nyata untuk kembali duduk. "Haha! Rasakan itu!! Makanya jangan main-main denganku!!" ucap dukun itu lantang dengan suara sedikit tak jelas karena dikunci. Tata mendelik ke arahnya dengan mata melotot dan sorot mata mematikan. Tata seakan siap

