Ilham's POV Aku pulang sambil membawa beberapa buah mangga dan jambu yang diberikan istri Mas Ahmad untuk Vi. "Sayang, ini dapat kiriman buah dari istrinya Mas Ahmad, tadi Mas mampir ke sana." Aku meletakkan buah di meja ruang keluarga, di depan Vi yang sedang duduk nonton TV. "Iya, terima kasih. Aku buatin teh dulu buat, Mas." Vi berdiri, tapi segera kutahan lengannya. "Tidak usah. Mas sudah minum teh di rumah Mas Ahmad." "Oh, ya sudah. Mas, mandi dulu sana. Bajunya sudah aku siapin." Begini saja sudah membuatku lega dan bahagia. Meski bicara seperlunya, tapi Vi tidak lagi mengungkit masalah perceraian. Semoga saja sampai anak kami lahir, kami tetap baik-baik saja. Aku melihat ada potongan buah mangga dan melon di piring atas meja. Aku mengambil sepotong melon. "Kapan beli?" tany