Part 15

1323 Kata

“Tuan, Nona…” “Mas!” reflek Syifa mendorong tubuh Hafiz menjauh karena tiba-tiba pembantu rumah tangga datang ke dapur. Seketika suasana menjadi canggung. Bibi tersebut menunduk dalam karena malu. Ia datang di waktu yang tidak tepat. Begitupun dengan Hafiz dan Syifa merasakan hal yang sama. Semua bisa terjadi karena mereka berada di dapur. “Maaf Tuan, Nona, saya ke sini ingin memberikan ikan yang diinginkan Nona Syifa.” ucapnya dengan nada canggung “Ah, iya, Bi.” Syifa menerima ikan itu sembari tersenyum canggung. Dan setelahnya Bibi tersebut pergi meninggalkan area dapur dengan langkah terburu-buru. Ia merasa bersalah, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. Ia hanya menjalankan perintah Syifa. “Tuh kan, Kak Hafiz sih!” wajah Syifa memerah karena malu. Untung saja mereka belum melak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN