“Syifa, ini..” Syifa mengangguk sembari tersenyum manis. Hafiz menatap benda berbentuk persegi panjang itu dengan tatapan tidak percaya. Ini seolah mimpi baginya. “Syifa, ini beneran kan? Kamu tidak lagi bercanda kan?” Hafiz bertanya untuk memastikan semuanya. “Iya, Kak. Itu beneran, dan nggak mungkin Syifa bercanda tentang hal seperti ini.” “Alhamdulillah, Ya Allah.” Hafiz langsung menarik Syifa ke dalam pelukannya. Ia memeluknya erat menyampaikan rasa terima kasih padanya. Hafiz tidak menyangka Allah mengabulkan Doa’nya di waktu yang secepat ini. Ia sangat bersyukur. Syifa membalas pelukan suaminya tidak kalah erat. Ia ikut bahagia merasakannya. Hafiz menitihkan air matanya. Ini bukan air mata kesedihan, melainkan kebahagiaan. “Terima kasih, Syifa.” ujar Hafiz dengan suara berg
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


