Pagi harinya Grep “Selamat pagi, Istriku!” sapa Hafiz sembari memeluk istrinya dari belakang. Syifa terdiam sejenak lalu menjawab, “Pagi, Kak!” suaranya terdengar lemah dan tidak bersemangat. Hafiz melunturkan senyumnya setelah mendengar jawaban Syifa. Meskipun begitu ia tidak melepas pelukannya. Ia merasa ada perubahan dari sikap istrinya. Mungkin karena Syifa sudah membaca pesan dari Rahima dan istrinya berpikir yang tidak-tidak. Hafiz akan menjelaskan semuanya. “Syifa…” “Makanan sudah siap, Kak. Kita makan sekarang!” Syifa melepas pelukannya. Ia berjalan menuju meja makan untuk menatap makanan yang sudah siap. Tidak ada senyum di bibirnya, sangat berbeda dari hari-hari biasanya. Hafiz menatap gerak-gerik Syifa dengan tatapan sendu. Ia merasa bersalah atas apa yang telah dip

