"Ge, tolong jangan bahas apapun yang menyangkut masalah pribadi Lira. Lo cukup bilang kalo Lo sahabatnya. Selebihnya daripada itu, urusan gue sama keluarga gue." Zein berpesan sebelum keduanya kembali masuk ke dalam kamar rawat Lira. "Apa kalian ada rencana untuk menyembunyikan yang sebenarnya terjadi sama Lira? Maaf kalo gue terkesan lancang, Bang." "Untuk sekarang, lebih baik Lira nggak tau soal itu, kan? Gue nggak bisa bayangin gimana hancurnya dia kalo inget semuanya. Terutama soal bayi itu, Ge." Zein tahu, tidak bisa selamanya menyimpan rahasia sebesar itu. Suatu saat, Lira pasti akan mendapatkan kembali ingatannya. Setidaknya bukan sekarang. Di saat kondisinya masih lemah. "Iya, Bang. Gue ngerti. Semoga apa yang Abang rencanakan memang terbaik untuk Lira. Kalo gitu, gue masuk d