Langit gelap

1837 Kata

            Demi mempercepat sampai ke Aestland, Ethaan memilih mengambil jalan yang tidak ia lalui ketika dia pergi. Seharusnya dengan jalur yang ia lalui, ia bisa sampai besok siang di istana. Di antara dua tebing bebatuan tinggi, Ethaan merasakan sesuatu. "Mundur!" Ethaan berteriak ketika melihat banyak batu yang menggelinding dari tebing. Para pasukan mendengarkan komando Ethaan. Mereka mundur dengan cepat. Tak ada tempat berlindung di sana. Sisi kanan dan kiri mereka adalah tebing bebatuan. Mundur beberapa saat, panah mulai melayang. Orang-orang berpakaian serba hitam keluar dari balik bebatuan, memanah Ethaan dan pasukan tanpa henti. Ethaan mencabut pedangnya begitu juga dengan para prajurit, mereka menghalau hujan panah yang mengarah pada mereka. Namun para prajurit buka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN