Mau Tak Mau, Harus Mau

1200 Kata

Ivy terbangun ketika telinganya samar-samar mendengar suara tangisan bayi yang tak terlalu jauh darinya. Ia membuka mata dan mengesah pelan. Tubuhnya terasa dingin karena dirinya hanya berbalut sebuah selimut. Bahkan selimut itu tersingkap di beberapa tempat. Ia menjambak rambutnya sendiri. Entah sudah berapa kali ia mengulang proses percintaan panasnya dengan Bravino. Untuk yang pertama mungkin memang karena dirinya berada dalam pengaruh obat, tapi untuk yang ke dua ke tiga dan entah berapa kali dari kemarin hingga dini hari tadi, ia melakukannya dalam keadaan sadar. Bahkan beberapa kali juga ia memimpin kegiatan panas mereka. Ingin rasanya menolak saat Bravino mulai menggodanya, tapi yang ia herankan dari dulu adalah ia tak pernah bisa menolak. Mau itu saat ia diper*wani ataupun saa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN