Yang Vino Butuhkan

1581 Kata

[Om galak calling] "Tumben nelfon. Pas banget aku juga barusan kepikiran dia," gumam Ivy dengan senyum yang mengembang lebar saat ada panggilan masuk ke ponselnya. Tanpa mau membuang waktu, tapi sebelumnya ia sempatkan berdeham beberapa kali. Mungkin dengan maksud agar suaranya terdengar lebih baik di telinga Bravino. "Halo." "Vy, kamu dimana? Saya butuh kamu, sekarang!" "Aku? Aku lagi di kampus. Baru keluar kelas. Tapi, habis ini aku masih ada dua kelas lagi." Ivy meringis saat mendengar nafas berat yang Bravino hembuskan di sana. "Maaf, Vin. Tapi aku udah ngasih jadwal aku ke Pak Astra, dan belum ada perubahan." "Apa kamu gak bisa bolos?" "Bolos? Hmm ... ini mata kuliah yang penting, Vin." "Ya sudah." Ivy menatap nanar pada layar ponselnya yang telah menggelap. "Jahat banget.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN