Alden dan Bella saat ini tengah berada di sebuah kediaman sahabat mereka—Samuel Aldebaran. Lelaki yang tentu saja bersahabat dengan Alden ketika mereka duduk di bangku kuliah dan persahabatan mereka berlanjut ke ranah bisnis. Ting Nong... Alden menekan bell di pintu coklat besar yang ada di hadapannya saat ini. Dia memang datang berdua saja dengan sang istri, karena ada hal yang harus dia sampaikan pada sahabat mereka yang tengah hilang arah bertahun-tahun. "Tuan Alden.. Nyonya Bella... silahkan masuk." asisten rumah tangga kediaman Aldebaran menyambut kedatangan keduanya dengan suka cita. Beliau merasa jika keberadaan mereka saat ini adalah takdir. Sebab beliau bingung ingin meminta bantuan pada siapa di saat Nona bungsu mereka tengah terbaring lemas di atas kasurnya dengan tubuh penuh

