7.Kena Ulti

2463 Kata

Aiden POV. Harusnya aku tidak pulang ke rumah mamaku sepulang mengantar Nina pulang. Soalnya mama langsung kepo mencariku ke kamarku dan menjeda tidurku hanya untuk tanya gimana pertemuaanku dengan Nina kemarin. “Masih ngantuk mah” tolakku karena mama seriusan tidak sabar menungguku bangun tidur. “Eh, cerita dulu. Lagian udah mau jam makan siang. Memangnya kamu tidak laper?” jawab mama lalu menarik bedcover yang membungkus tubuhku di ranjang tidurku. “Astaga….” keluhku jadi bangun terduduk lalu memincingkan kedua mataku menghadapi sorot matahari yang masuk lewat jendela kamarku. “Ai…” rengek mama kalo panggil aku memang seperti itu. “Wait” jawabku lalu turun dari ranjang menuju kamar mandi. Mana mungkin mama ikut. Sekalipun aku putranya, tetap aja punya privacy dan aku sudah dewasa.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN