"Kita buat anak sekarang. Kita bisa kembali ke Indonesia kalau kita sudah membuat anak. Jadi nanti kita punya keturunan Jerman." Kata Arga yang membuat wajah Zeva langsung bersemu merah. Arga langsung mengecup bibir Zeva singkat, lalu menatap wajah Zeva dengan tatapan penuh cinta. "Aku ingin mendengar kalimat balasan cinta dari kamu. Tidak keberatan kan?" tanya Arga yang lebih menuju ke sebuah permintaan. "Akan aku katakan. Tapi turunkan aku dulu, aku berat." Kata Zeva. Arga pun menurutinya dan membiarkan Zeva duduk di sampingnya. Zeva menyandarkan kepalanya di pundak Arga, lalu menatap lurus ke depan tanpa mengucapkan sepatah katapun. Arga sendiri ikut terdiam, dan membiarkan Zeva larut dalam lamunannya. Setelah cukup lama Zeva terdiam, tiba-tiba Zeva membuka suaranya. "Jujur saja a