124. Keputusan Raja

1175 Kata

Raja Adam duduk di singgasananya dengan raut wajah yang datar. Di kedua sisinya ada dua ajudan pribadinya. Sedangkan di hadapannya jejeran kursi untuk para perdana menteri sudah terisi penuh pertanda semua fey penting sudah berkumpul tanpa terkecuali. “Jadi, tujuanku mengumpulkan kalian sekarang adalah mengenai rumor yang beredar sejak tadi pagi,” ucap Raja Adam memulai rapatnya. “Tidak ada gunanya lagi ditutupi karena itu memang benar. Tapi, siapa yang mencoba-coba mendekati mereka dan menyakiti mereka, aku tidak segan-segan memberinya hukuman mati bahkan hingga keluarganya mendapatkan dampaknya,” jelas Raja Ada dengan tegas, sorot matanya semakin menajam menatap satu persatu perdana menteri yang mengabdi pada dirinya. “Yang Mulia, bolehkah saya bertanya?” Salah satu pria yang sudah be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN