Edzard hanya bisa diam membatu di hadapan Adreanne. Pertanyaan beruntun yang dilayangkan gadis itu membuatnya sedikit tertekan, kepalanya juga terasa akan pecah mendengar dan memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Pasalnya ia sudah melanggar janjinya pada Dante. Sekarang Adreanne sudah menangkapnya. “Ed, kenapa kamu hanya diam? Apa tidak ada yang ingin kamu katakan atau jelaskan padaku?” tanya Adreanne dengan sorot kecewa. Gadis itu tak menyangka jika setelah lebih dari dua tahun tidak berjumpa, Edzard malah bersikap seperti ini padanya. “Selama ini aku baik-baik saja, jika itu yang kamu tanyakan.” Akhirnya setelah sekian lama terdiam, Edzard bersuara juga. “Ayo kita bicarakan di dalam rumah, Bunda dan bang Damien pasti senang melihatmu,” ajak Adreanne. Kekecewaan yang ia rasaka

