Mobil Revan tiba di rumah Adreanne hampir pada pukul sepuluh malam. Jalanan yang mereka lewati saat akan pulang tiba-tiba macet. "Gue masuk dulu ya, Van. Makasih untuk hari ini," pamit gadis itu. Revan mengangguk singkat. "Besok ke kampus gue jemput, ya?" Adreanne langsung menggeleng. "Tidak usah. Aku akan pergi bersama Lily seperti biasanya." Terdapat raut kekecewaan di wajah Revan, dan itu disadari oleh Adreanne. "Maaf, Van. Lain kali kita bisa berangkat bareng." Revan menganggukkan kepalanya. "Okay, kalau gitu gue pulang. Masuk gih." Adreanne melangkah masuk ke dalam pagar rumahnya setelah melambai sejenak. Gadis itu terus melanjutkan langkahnya memasuki rumah. Hingga ia mengintip dari jendela, mobil Revan sudah melaju perlahan meninggalkan pekarangan rumahnya. "Lo kena

