"Len, Bali itu jauh." "Ya, siapa yang bilang Bali itu dekat?" "Tidak ada. Saya cuma mau kasih pengertian, untuk sekarang bulan madunya di sini dulu, ya? Nanti kita bahas soal Bali habis ini, ok?" "Karena Bapak udah nggak sabar, ya?" Sambil dibubuhui senyum penuh ledekan. "Ya." Dengan santai Wili bicara jujur. Tak tahu saja Lena merinding mendengarnya. Wili lantas melepas sabuk pengaman. Mobil sudah terparkir di salah satu area hotel. Untuk saat ini sedapatnya dulu saja, toh hotel dekat perumahan Lena bukan jenis yang biasa-biasa saja setahu Wili. Selain itu, mau meneruskan perjalanan sampai di rumah sendiri pun rasanya kelamaan. Tapi kenapa Lena tidak mau turun? "Ayo!" tukas Wili. "Di rumah Bapak aja, yuk?" Astaga. "Biar ada momen." Pipi Lena terangkat naik oleh lengkung bibirn