“Bunda!!..Bunda kenapa!!.. Bun ini Abang!!" Tangan kecil Rega berusaha memeluk Bundanya yang menangis histeris. “Bunda.. Jangan buat Abang takut!" Dia memeluk Bunda nya, namun Khalisa memberontak sehingga membuat tubuh kecil itu Rega terpental. Brug Rega menangis, bukan karena sakit dirinya terjatuh, tetapi dia menangis karena melihat Bundanya yang histeris. “Jangan... Jangan mendekat.. Kamu orang jahat.. Aku benci kamu.. Pergi!!" Teriak Khalisa, wanita itu kembali bersembunyi di sudut kamarnya. Tubuhnya gemetar hebat. Air mata Rege mengalir di iringi isakan, kedua tangannya mengepal erat. ‘Siapa yang membuat Bunda seperti ini.' batinnya “Abang, Bunda kenapa?" Tanya Regi, kedua pipinya sudah basah dengan air mata, dia menghampiri Rega lalu membantu kakaknya berdiri. Rega meng

