El mengantar Elia menjemput Fani dulu, lalu mereka ke rumah Nini Rara. El dan Elia terkejut saat melihat ada mobil dokter keluarga di halaman rumah. El dan Elia bergegas masuk ke rumah lewat teras samping. Aay sekeluarga ada di ruang tengah. "Ada apa?" Tanya El cemas. "Nini tadi pusing, hampir jatuh." Afi yang menjawab. "Nini kecapekan karena resepsi kemarin mungkin." El bergumam. "Beberapa hari ini, Amma banyak makan yang bersantan. Sayur santan, kolak, ketupat, nasi kuning," gumam Rara. "Abba sudah bolak balik mengingatkan, tapi Amma selalu menjawab, tak apa sakit datang dari yang enak." Aay menimpali ucapan istrinya. Mereka menunggu dengan cemas. Pintu kamar terbuka, semua berdiri dari duduk mereka. "El cari apotik yang sudah buka. Belikan obat ini ya. Nini harus diinfus." "Iya,