Sebuah selimut putih terlihat bergerak tapi belum diketahui siapa yang berada di balik selimut tersebut. Hingga tak lama kemudian, selimut tadi terbuka dan menampilkan sosok perempuan muda. Dia adalah Trisa. Tetapi, tak lama kemudian, ada satu lagi yang keluar dari selimut putih itu. Mata Trisa terbelalak ketika melihat wajah siapa yang terpampang jelas di depan matanya. Napasnya bahkan tercekat di kerongkongan dalam waktu beberapa detik. Untung saja, Trisa tidak keterusan lupa bernapas. "Lo ngapain tidur di sini, kunyuk?" Tak segan-segan Trisa memukul wajah Sani begitu kencang hingga lelaki itu terbangun dari mimpinya. Wajah Sani terlihat ling lung dan dia tidak tahu sekarang ini dirinya berada dalam situasi macam apa. Sani menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri beberapa kali guna me

