Vanko bangun dari baringannya. Dia memandang wajah istrinya yang sembab dan kembali basah oleh cairan bening dari matanya. Jemari Vanko bergerak, dia seka air mata yang membasahi wajah istrinya. Bisa Vanko maklumi, kalau Becca pasti akan kepikiran dengan kata-kata Gina tadi. "Kita beneran jadi suami istri sungguhan, 'kan?" tanyanya untuk yang ke sekian kalinya. "Penghulu dan para saksi juga wali sudah mengesahkan pernikahan kita, Pinky. Jadi apa lagi yang lo khawatirkan? Kita sah menikah, gue suami lo dan lo istri gue. Nggak ada yang berubah dan nggak akan pernah berubah." katanya lembut dengan kondisi tangan masih menghapus aliran sungai kecil di pipi Becca yang perlahan-lahan mulai surut. "Selamanya kita akan tetap jadi suami istri." katanya lagi, melanjutkan perkataannya sebelumnya.

