31. Tegar.

2142 Kata

Nawang pulang dengan langkah lelah. Dadanya masih sesak oleh kejadian di rumah sakit. Ia memikirkan keadaan Kenes dan juga pertengkaran Pak Bambang dan Bu Sri. Entah apa yang terjadi di ruang operasi sampai Pak Bambang tampaknya marah sekali pada istrinya. Namun lamunannya seketika buyar saat melihat keadaan rumah yang tak tampak seperti biasanya. Langkahnya pun terhenti. Tampak beberapa sepeda motor terparkir di halaman. Alas kaki berserakan di teras—lebih banyak dari yang seharusnya. Dari luar rumah terdengar suara pertengkaran sengit. Suara tangis perempuan bercampur isak anak kecil, diselingi bentakan laki-laki dewasa. Jantung Nawang berdegup kencang. Ia mempercepat langkah, hampir berlari, lalu menerobos masuk ke dalam rumah. Di ruang tamu, suasana kacau. Orang-orang memenuhi r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN