Langsung bergegas setelah menerima kabar ayahnya jatuh, Lucian cukup dibuat panik. Ia sampai mencengkram kemudi saat jalanan macet dan menghalangi kecepatannya. "Argh sial!" Meraih ponselnya, Lucian menghubungi seseorang, "Roy, bagaimana, apa kamu sudah sampai di sana?" tanya Lucian dengan tergesa-gesa. Ya, karena sesuatu hal penting tadi membuat mereka berangkat terpisah. Lucian berangkat lebih dulu meninggalkan Sekertaris Roy yang masih mengurusi kontrak. Tapi siapa sangka, Roy sudah lebih dulu tiba sekarang. Meninggalkan Lucian yang masih terjebak macet di tengah jalan. "Saya sudah tiba. Anda dimana, Tuan?" Keparat! Bukannya menjawab, Lucian mematikan telepon dan mulai menginjak gas. Lucian memepet semua jalan yang berpotensi dilewatinya dan menabrak mobil yang menghalanginya. Ya,

