Berjalan dengan begitu arogan, Helen berdecih saat melihat Dinda duduk di kursi kebesaran milik Lucian. "Sudah merasa jadi nyonya?!" "Ah tidak! Bukan begitu." Merasa bersalah, Dinda segera berdiri. "Anda salah faham nyonya, aku di sini ... aku di sini untuk bekerja dengannya." Kembali berdecih bahkan sampai meludah, Helen menyuruh pengawalnya membuka koper. "Satu juta dolar! Cukup untuk menghidupimu dan bayimu. Ambil uang ini dan tinggalkan Lucian!" katanya sembari menendang koper tersebut. Dinda cukup terkejut dengan sikap Helen yang kasar, tapi kemudian menghela nafas berusaha tenang. "Nyonya, anda salah faham. Aku mencintai Lucian bukan karena uang." Ya, aku bahkan tidak tahu kalau dia orang terkaya di negeri ini. Jika aku tahu, mana mungkin aku berani menyerangnya dulu. Ck!

