Usai makan malam, Tia berdandan minimalis menyambut kedatangan mister Jhon. Jilab dan gamis berwarna Navi yang dipakainya, sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih. Ditatapnya bayangan dirinya di dalam cermin, lalu tersenyum memegangi jilbab yang menutup rambut indahnya. “Tia … Mister Jhon sudah datang, ayo ke luar,” ujar mama Mika mengetuk pintu. “Iya, Ma … sebentar lagi aku ke luar,” sahut Tia dari dalam. Sejenak ia tertegun, ada rasa cemas di hatinya. Beberapa saat ia menarik napas dalam, setelah berdoa sejenak memohon petunjuk pada Tuhannya, Tia melangkah ke luar. “Hai," sapa Mister Jhon ragu menjulurkan tangan. Ia yakin Tia sekarang sama saja seperti Aleesa, tidak akan mau berjabat tangan lelaki yang bukan suaminya. “Hai, mister Jhon.” sahut Tia tersenyum ramah. Ia duduk

