Max benar-benar lega karena Catherine menjadi penurut malam ini, kamar di apartemennya hanya satu. Dia membiarkan Catherine tidur di atas ranjang sedangkan dia masih ada di ruang tamu untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sempat di tinggal olehnya tadi. Saat tengah malam, barulan dia menghentikan aktifitasnya namun dia pergi ke dapur terlebih dahulu untuk mengambil minum. Dia terkejut saat ada yang memeluknya dari belakang dan bahkan mencium punggungnya. "Catherine!" Jelas saja Max sudah menduga jika itu adalah keponakan nakalnya. "Sudah bagus tidur, kenapa terbangun!" Omelnya namun jantungnya benar-benar berdetak kencang. Dia menelan salivanya dengan susah ketika melihat baju tidur yang di kenakan Catherine dan tercetak jelas bobanya di sana. "Sial! Kenapa orang butik memilihkan baju

