Keduanya duduk saling diam di bangku penumpang, tak ada yang bersuara. Aksa fokus pada Ipad-nya sementara Luna sibuk memperhatikan jalanan. Sesekali Jodi melirik melalui kaca spion, lalu menggelengkan kepalanya pelan. "Pasangan suami istri aneh," ucapnya yang hanya mampu dia suarakan di dalam hati saja. Hingga mobil memasuki area kantor, lalu berhenti tepat di depan lobi. Luna menarik napas panjang lalu ia embuskan perlahan. Berdoa dalam hati semoga tidak ada yang menyadari kehadirannya bersama CEO perusahaan ini. Sesaat sebelum turun, Luna menolehkan kepala pada pria di sampingnya. "Terima kasih sudah memberikan tumpangan. Lain kali sebaiknya Pak Aksa tidak perlu repot-repot menjemput saya." Setelahnya Luna benar-benar keluar dari dalam mobil dan berjalan cepat menuju lobi. "Jo, kam

