39. Permintaan Dewa

1702 Kata

“Maaf, ya, Dok. Anak saya malah jadi ngerepotin Dokter.” Aku menatap tak enak hati pada Dokter Adit yang akhirnya ikut makan yamie sepertiku dan Fafa. Tentu, Fafa yang minta. Dan aku tidak mengerti kenapa Dokter Adit mengiyakan. Apakah karena tak enak pada Fafa ataukah karena dia juga sedang lapar, aku tidak tahu. Alya masih ada, dan dia sudah pindah makan jadi di sampingku. Sejak Dokter Adit bergabung, entah kenapa anak ini diam saja dan fokus mengunyah yamie jumbonya yang masih lumayan banyak. “Enggak papa, Bu. Saya malah suka, kok.” “Dokter suka anak kecil?” “Iya, saya suka anak kecil.” Kata Aric, Dokter Adit ini masih lajang. Kalau dia memang suka anak kecil, kenapa tak kunjung menikah dan punya anak sendiri? Alasan apa yang mendasarinya sampai harus melajang sampai detik ini? A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN