"Aku nyerah." "Kamu ngomong apa?" tanya Shawn dengan suara tenang—tertekan. Namira menarik napas dalam lalu membuangnya perlahan. Tak ada kalimat apapun yang ia ucapkan. Shawn menghembuskan napas perlahan lalu bangkit dari duduknya. "Kamu lagi banyak pikiran. Kamu tenangin dulu pikiran kamu. Aku akan tunggu. Begitu kepala kamu nggak mumet lagi, baru kita ngomong." Shawn meninggalkan Namira yang masih diam tak bersuara di kursi rotan. Namira menghembuskan napas berat. Ia kembali pandangi langit dengan taburan bintang-bintang. Kepala Namira sudah jernih dan dia memang tak ingin kembali lagi. Bagaimanapun Shawn akan memintanya berpikir jawaban Namira akan tetap sama. ... "Kamu harus konsul lagi ke dokter. Takutnya nanti lukanya infeksi." Risa selesai mengganti perban di kepala dan

