PARTE 76

2009 Kata

Shawn melirik sang istri yang menjadi pendiam begitu keluar dari ruangan dokter. Shawn tahu apa yang Namira rasakan dan pikirkan. Tiba-tiba Shawn tersenyum. "Mau jalan-jalan nggak, Sayang?" Shawn bertanya dengan nada ceria. Namira menoleh. "Jalan-jalan?" "Iya. Ke pantai mau?" "Sekarang?" Shawn mengangguk. "Ayo. Mas yakin Nana bakal suka tempatnya.." Shawn tersenyum membawa sang istri pergi dari rumah sakit. ... Seperti yang Shawn bilang, Namira memang menyukainya. Hembusan angin laut menerpa wajah Namira. Mengirim kesegaran dan menjernihkan segala kekusutan yang sempat melanda beberapa menit yang lalu. "Dulu Mas suka ke sini kalau lagi suntuk.." "Mas bisa suntuk juga?" Shawn tertawa. "Bisa. Biasanya kalau kegiatan di kampus udah padat banget, Mas kaburnya ke sini." "Bolos ya?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN