"Siapin diri kamu untuk jadi istri aku. Mau nggak mau, kamu akan tua bersama aku." Butuh beberapa menit bagi Namira untuk benar-benar memahami apa yang Shawn katakan. Begitu semua informasi itu dicerna kepalanya, Namira langsung mendorong Shawn hingga pelukan mereka terlepas. “Gila kamu Mas!” Bentak Namira marah. Wajahnya memerah dan Namira terlihat sangat tak senang dengan ‘ajakan menikah’ Shawn. “Kamu pikir nikah segampang itu? Kalau kamu mau nikah, nikah aja sendiri. Aku nggak akan nikah sama kamu.” Namira berlalu melewati Shawn. Tapi kali ini Shawn tak mencegat Namira. Ia biarkan Namira melangkah menjauh. Shawn tersenyum. “Kamu nolak tapi debaran jantung kamu kencang banget,” Shawn membuka jasnya kemudian meletakkan di kursi. Shawn menyusul Namira. Shawn menunggu dengan sab

