Shawn dan Namira baru sampai di rumah. Keduanya baru turun dari mobil yang Shawn kendarai. Ponsel Shawn berdering saat mereka hendak masuk ke dalam rumah. Namira memperhatikan. Raut wajah Shawn tampak berubah dengan cepat hanya beberapa detik setelah ia menerima telfon itu. “Kenapa Mas?” “Sayang, Mas Jino udah sadar..” Shawn tersenyum penuh kelegaan. Wajah Namira berubah cerah seketika. “Beneran Mas? Alhamdulillah ya Allah..” Namira mengucap syukur. “Nana istirahat dulu ya, habis mandi Mas ke rumah sakit. Nana di rumah aja..” Namira mengangguk dengan patuh. Setelah selesai mandi, Shawn segera kembali ke rumah sakit. Sepeninggalnya Shawn, Jalen pulang. “J..” “Kenapa rumah sepi banget?” Jalen mengedarkan pandangan dan tak menemukan siapapun. Padahal biasanya rumahnya heboh pada

