Shawn menarik lembut Namira agar bersandar ke dadanya. Perlahan diusapnya rambut sang istri. "Gimana suasana hatinya? Udah baikan?" Namira mengangguk perlahan. "Harusnya Nana yang tanya Mas. Kenapa Mas masih baik mau bantuin Kang Aslan?" Shawn hembuskan napas pelan. "Aslan emang banyak salah sama Mas. Tapi Aslan nggak pernah jahatin Nana. Aslan selama ini juga baik sama Nana. Sering bantuin Nana. Kalau Mas nggak bisa lihat kebaikan Aslan buat Mas, Mas bisa lihat kebaikan Aslan buat Nana." Namira mengangkat wajahnya--menengadah untuk melihat wajah Shawn. Pria itu pun melakukan hal yang sama dan ada senyum manis di wajahnya. Shawn tak mengatakan kalimat itu untuk bualan semata. Tapi memang ada ketulusan di sana seolah ia memang sungguh-sungguh dengan apa yang ia katakan. "Mas ngg

