Shawn langsung mengangkat wajahnya begitu merasakan pergerakan Namira. Kelopak mata Namira bergerak. Ia kemudian membuka mata sepenuhnya. Untuk sesaat Namira masih terdiam. Entah sedang menyesuaikan penglihatan dengan cahaya atau sedang mengenali tempat di mana kini ia berada. "Sayang.." "Ini di mana, Mas?" "Rumah sakit." Namira terkejut. Ia mengedarkan pandangan dan menemukan selang infus terpasang di tangan. "Kok Nana bisa di sini?" "Nana nggak inget?" Namira menggeleng. "Nana sakit perut parah tadi malam. Badan Nana dingin semua. Mas langsung bawa ke rumah sakit." "Jam berapa?" "Sekitar jam 2.." Namira menghela napasnya. Namira tak ingat sama sekali. Mungkin terlalu sakit sampai ia sendiri tak ingat apa-apa. "Rasanya Nana makan kemarin. Nggak mungkin magh Nana ka

