Bab 121

1168 Kata

Tak terasa satu jam telah berlalu. Arrion dengan setia menemani istrinya yang saat ini sedang berjuang untuk melahirkan buah cinta mereka. Namun, mereka harus menerima kenyataan jika anak mereka akan terlahir secara prematur. Arrion pun berusaha untuk ikhlas, karena ini adalah takdir yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Hingga suara tangisan bayi pun menggema di ruangan tersebut. Arion merasa sangat takjub. Ketika mendengar suara bayi yang tidak lain adalah suara anak kandungnya sendiri. "Alhamdulillah. Terima kasih, Tuhan. Akhirnya aku bisa mendengar suara tangisan dari anak ku sendiri," ucap Arrion yang merasa sangat terharu. Pria itu pun langsung melakukan sujud syukur sebagai rasa terima kasihnya kepada Tuhan, yang akhirnya mengizinkan ia untuk memiliki seorang anak. Kini Arrion p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN