bab 117

1306 Kata

Hendrik sedikit menegang. Ketika mendengar perkataan pria itu barusan. Ia tidak menyangka jika sekarang Ahyong akan berubah. Kini hati pria dingin dan otoriter itu sudah mencair. Membuat Hendrik merasa lega dan langsung menyambut genggaman tangan Meylin, tanpa ada perasaan takut lagi. Liana yang menyaksikan itu semua merasa sangat bahagia. Akhirnya mimpi wanita itu yang untuk kerukunan, serta kebahagiaan keluarganya sebentar lagi terwujud. Ia merasa ini adalah anugerah terbesar yang dikirimkan Tuhan kepada keluarganya. "Terima kasih, Pak. Karena Anda sudah bersikap terbuka dan memberikan kebebasan kepada Meylin." Hendrik pun merasa sangat terharu. Sebelumnya ia tidak pernah membayangkan semua ini akan terjadi. Karena itu adalah mimpi baginya. Namun, melihat lampu hijau yang diberik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN